Biasakanlah


Dunia orang dewasa itu kejam. Di dalamnya ada jilatan api yang mengejawantah menjadi rupa sahabatmu. Di dalamnya ada api di dalam sekam yang diam-diam membunuh karaktermu. Di dalamnya ada domba kurban yang berbulu tebal, tapi ternyata nyawanya adalah lentera jiwamu yang dipasung.
Dunia orang dewasa itu kejam. Kamu harus mampu memandang punggung masa depan dan harapanmu perlahan-lahan menjauh dan tak boleh ada air mata yang jatuh. Tidak apa-apa, masih ada kesempatan di lain waktu.”
Dunia orang dewasa itu seperti badut kesepian yang pentas jam tujuh, dipaksa tertawa sampai jam sepuluh. Sisanya, tak sebahagia itu. Pilu.

Comments

Popular posts from this blog

Mantra Pitulungan

Genting